“Keikhlasan Dalam
Bekerja Adalah Kunci Kesuksesan”
Oleh : Refni Widarti
|
K
|
esan
pertama ketika melihat Pak Darwin adalah
sebagai seorang petugas polisi yang ramah, gagah, suka membantu orang lain,
hidup dengan sederhana. Memang itulah pribadi seorang AIPTU Darwin.
AIPTU Darwin, lahir di Lubuk Jambi pada tanggal 6 Mei 1960, anak
pertama dari tiga bersaudara. Beliau mempunyai satu orang istri dan tiga orang
anak. Masa SD dilewati selama enam tahun, dan SMP tiga tahun didesa kelahiran.
Tamat SMP melanjutkan ke STM Taluk Kuantan.
Beliau mengawali tugasnya pada tahun 1982 di Polda Riau, beliau
merantau dari kampungnya ke kota untuk menjalankan tugas barunya sebagai
anggota Polisi. Setahun kemudian beliau pindah ke Polres Kampar pada tahun
1983. Pada mulanya beliau bekerja dibagian Komlek (komunikasi) pada tahun 1983
sampai 1984, setahun diKomlek beliaupun pidah tugas dibagian Lalu Lintas pada
tahun 1984 sampai 1986 karena hati nuraninya berkata beliau tidak cocok
dibagian Lalu Lintas maka beliau pun pidah tugas ke bagian Sat Reskim Polres Kampar
pada tahun 1987 sampai sekarang, beliau memegangi jabatan sebagai Kanit Ident.
Tugas beliau di Sat Reskim adalah melayani semua orang, apakah ia
anak kecil atau orang dewasa dilayani dengan baik, mendatangi TKP (Tempat
Kejadian Perkara), mengambil sidik jari, foto tahanan, melayani masyarakat
dalam pembuatan SKCK, dan mengidentifikasikan mayat yang tidak dikenal.
Dedikasi pada tugas baginya adalah hal utama dan terutama, yang ditunjukkan
dengan disiplin dan selama hidupnya tidak pernah bolos kerja kecuali ketika
beliau kecelakaan pada tahun 2000. Bahkan beliau terpaksa tidak bisa menunggu
istrinya melahirkan.
Beliau melaksanakan tugas ini karena ia telah mengikuti pendidikan
kejuruan dibidang Identifikasi, mempunyai kemampuan dibidang ini, juga panggilan
hati nurani. Ia tidak pernah megeluh dengan tugasnya ini, walaupun ia bekerja
selama 24 jam. Beliau sering dipanggil tengah malam untuk melaksanakan tugasnya
apabila mendapat kabar bahwa ada mayat didaerah tertentu dan harus
mengidentifikasi mayat tersebut karena mati tidak wajar. Karena bagi beliau kunci kesuksesan itu
adalah ikhlas menjalankan tugas, bagaimanapun medan yang akan ditempuh.
Menjadi anggota Sat Reskim dibagian Identifikasi banyak suka dan
duka yang dialami beliau dalam bekerja yaitu sukanya adalah beliau banyak
mengenal orang, membantu masyarakat, mengenali tempat-tempat terpencil,
berinteraksi dengan orang banyak. Dukanya jika pergi ke TKP sering menempuh
perjalanan yang jauh, jalannya rusak, menemukan mayat yang telah busuk, ataupun
sudah dimakan oleh binatang, kadang-kadang tubuhnya tidak berbentuk lagi.
Sekarang banyak hujatan yang ditujukan kepada institusi Polri,
beliau hanya mengatakan itu hanya perbuatan oknum, masih banyak polisi di
negeri ini yang berdedikasi tinggi hidupnya untuk Polri yang dicintai
masyarakat.
Kesibukan –kesibukan yang dilaksanakan beliau diwaktu senggang
adalah berkebun, dengan berkebun beliau sudah melaksanakan olah raga dan
sebagai simpanan untuk masa tua. Beliau pun juga aktif di masyarakat dengan
menjadi RT di daerah tempat tinggalnya.



Nice post Sista...
BalasHapusMonggo mampir
http://pakmus-wae.blogspot.com/
semoga berkenan...